Senin, 25 Februari 2013

Cross Cultural Communication

        Dua hari yang lalu saya diundang makan-makan di apartemen teman saya yang berkebangsaan Afghanistan. Tentunya bukan hanya saya saja yang diundang ke sana, teman dari latar belakang bangsa yang berbeda juga turut diundang dalam perjamuan tersebut. Di antaranya adalah orang, Malaysia, Jepang, dan Botswana (Afrika). Kami disuguhi berbagaimacam santapan khas  Afganistan yang sekilas dilihat tidak berbeda dari masakan-masakan Arab atau India pada umumnya, seperti nasi berempah dan aneka kare. Tapi setelah dicicip, ternyata masakan tersebut memiliki cita rasa yang berbeda. Menurut saya jauh lebih lezat dar pada hidangan yang saya santap di Restoran India, Mesir, Iran yang berada di wilayah Tokyo. Tapi mungkin juga terasa lebih lezat karena teman  Afganistan saya ini memang jago masak, selain yang memasak ini seorang lelaki lumayan ganteng, hehhehe.....Terus terang saya sangat salut dengan laki-laki yang lihai di dapur. Menurt pribadi saya, seorang laki-laki yang lihai di dapur sama sekali tidak mengurangi sisi kemaskulinannya, justru dari kelihaian tersebut dapat terlihat bahwa mereka adalah para pria yang bisa diandalkan, terutama setelah berumah tangga di mana sang istri nantinya tidak mampu kedapur karena repot dengan bayi atau dengan urusan lainnya.

Berikut ini beberapa hidangan Afghanstan yang belum diketahui resep rahasianya:
1. Chabli Kebab (terbuat dari dagi sapi)

Daging yang dicincang kemudian dipanggang, lalu dipadukan dengan salad


2. Qurma Kare



Terbuat dari daging sapi, kentang, dan rempah yang entah apa namanya :D, rasanya mirip sekali dengan kare ala India

3. Nasi Kabli

Nasi berbumbu yang diberi kismis, wortel, almon dan lain-lain, tetntunya semua bahan yang digunakan agak mahal


      Saya pun tak kalah ingin menyuguhkan beberapa hidangan dari Indonesia sebagai sifat pekewoh saya karena diundang makan. Rasanya kalau tidak membawa sesuatu ketika berkunjung, terutama ketika diundang makan, tidak enak hati bila tida membawakan sesuatu, walhasil saya membawakan beberapa buah pisang molen dan martabak manis yang saya buat sendiri. Sebenarnya malam sebelum undangan makan tersebut, saya dan teman malaysia janjian membuatkan desert dari negara masing-masing, karena si Afghanistan tersebut akan memasakkan hidangan inti. Tapi teman sayangnya malaysia saya tersebut bangun siang sehingga ia tidak sempat mebuatkan kue dari negaranya. walhasil dari 6 tamu yang datang, hanya saya yang membuat masakan dari Indonesia. Dan tentunya hidangan ala Afghanistan tersebut nyaris dilalap habis.
Molen Mini Imut ala saya

Martabak Manis Keju ala saya



Alhamdulillah  senang rasanya karena hasil karya saya disambut baik oleh mulut mereka.
Setelah puas dengan santapan di atas, kami melanjutkan Minggu siang tersebut dengan bermain kartu yang memiliki aturan main yang sangat baru tapi sangat gampang dan mengundang banyak canda tawa.








Hidangan Cina Plus Opor ayam
      Setelah menyelesaikan permainan kartu kedua, saya berpamitan dan langsung menuju ke Asrama mahasiswa Asing yang berada hanya beberapa meter dari Apartement teman Afghanistan. Di Asrama tersebut saya memang sudah membuat janji dengan dua teman wanita dari Cina untuk memasak makana dari negara masing-masing. Mereka mengajari saya cara membuat gyoza. Saya pun mengajari mereka cara membuat Opor ayam, walaupun pada kenyataannnya mereka tidak ikut membantu saya memasak, tapi hanya menonton sesekali karena menurut mereka rempah-rempah opor tersebut sangatlah asing, dan cara mengolahnya pula terlalu rumit meskipun saya sudah jelaskan bahwa sebagian bahan bisa dibeli di supermarket di dekat stasiun kereta terdekat.   Terang saja, karena rempah masakan Cina ternyata tidak serumit masakan Indonesia, dimana bumbu yang mereka pakai pada umummnya adalah bawang putih, kecap asin, dan arak. Namun tidak apalah,yang penting mereka senang bisa merasakan yang namanya masakan  Indonesia. Ngomong-ngomong ayam tersebut saya bawa sendiri dari apartemen yang saya pesan dari toko halal online. Total saja hari itu barang bawaan saya berat sekali.



Ternyata membuat gyoza itu mudah sekali (=^w^=)

       Hari itu saya melalui acara makan-makan dua negara yang berbeda dimana timbul saling pengertian. Kalau di perjamuan makana Afghanistan, semua hidangan in sha Allah berbahan halal, maka di acara masak bersama teman Cina tersebut, betapa rasa pengertian mereka untuk tidak menggunakan bahan-bahan yang haram setelah mereka banyak bertanya kepada saya.











يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui (QS.Al Hujarat : 13)

Rabu, 20 Februari 2013

Kamifuusen (Festifal Lampion Raksasa di Udara)

Kamifuusen (Balloon Lantern Festifal) atau yang lebih dikenal dalam bahasa Indonesia yaitu festival lampion  raksasa udara. Kamifusen merupakan salah satu festival kebanggaan prefekture Akita di  kota Nishiki, kira-kira harus menempuh 2 jam perjalanan dari kota Akita. Festival Lampion udara ini diselenggarakan satu tahun sekali pada musim dingin tepatnya di awal bulan Februari. Sehingga ketika musim dingin dimana salju turun lebat membuat jalan menjadi licin yang memnyebabkan perjalanan menuju lokasi festival pun menjadi lebih lambat. Kota Nishiki terkenal akan tujuan wisata untuk menikmati pemandangan bunga Katakuri, yakni bunga hutan yang tumbuh liar dengan bentuk yang menyerupai anggrek di musim semi dan tujuan wisata menikmati buah Chesnut di musim gugur. Secara geografis, Kota Nishiki terletak di utara kota Kakunodate, dan sebelah barat Kota Tazawako yang mana Tazawako adalah kota yang terkenal sebagai tujuan wisata keindahan alam dan danaunya.
Bunga Katakuri




Buah chesnut yang memiliki rasa mirip kluwih

 

 

Biji kluwih, sejenis buah atau sayur nangka

 

 

 

 

 

 

 

 Festifal kamifusen sudah ada sejak ratusan tahun silam, namun berhenti ketika zaman perang, baru kembali dirayakan pada tahun 1974 atas semangat warga Nishi. Dan kini menjadi Festival tradisional tahunan yang menarik minat wisatawan domestik dan international.

Kamifuusen atau lampion raksasa ini dibuat dari kertas kemudian dilukis seperti melukis layang-layang. tema gambar pada permukaan kertas lampion tersebut bisa apa saja. Tetapi yang lebih diutamakan adalah gambar atau lukisan Akita bijin (perempun Cantik Akita) sebagai Icon Kota Akita. Bahkan salah satu hal yang menarik yang kami lihat adalah, salah satu gambarnya adalah tokoh kartun Chibi Maruko Chan yang terkenal itu. Kabarnya anak-anak TK, SD, dan SMP turut berpartisipasi menyumbangkan hasil lampion rancangan mereka di Festival tersebut. Hal itu bisa diketahui dari beberapa lampion raksasa yang mencantumkan nama sekolah mereka masing-masing.

Lalu hal yang paling ditunggu-tunggu adalah, pelepasan puluhan lampion-lampion tersebut ke udara dengan menggunakan tekhnik gas panas. Festival ini diselenggarakan pada malam hari setelah terbenamnya matahari. Lampion-lampion tersebut satu-persatu diterbangkansecara bergantian dengan sebelum diterbangkan diudara, ditahan oleh tangan-tangan anak-anak kecil. Ketika secara bersamaan dilepas oleh tangan-tangan kecil tersebut, betapa cepat balon atau lampion tersebut melesat ke langit seperti bintang bintang yang gemerlap. Apalagi ketika kapas-kapas salju berjatuhan di tanah, hasil potonya nampak seperti sebuah bintang besar dikelilingi ratusan bintang-bintang. Sangat menakjubkan.

Ukuran yang sebenarnya

Wisatawan pun berbondong-bondong datang dengan bis atau kendaraan pribadi  memadati lapangan  meskipun salju turun lebat dan jalanan menjadi sangat licin. Entah berapa kali, rasanya tak terhitung saya kepleset di atas permukaan salju, meski sudah memakai boot yang katanya anti kepleset. Tapi buktinya tetap saja saya kepleset juga. Sehebat-hebatnya sepatu boot, akhirnya akan kepleset juga (^o^).

Lapangan area dipadati oleh ratusan pengunjung setiap malamnya

 

salah satu lampion bergambar tokoh chibi Maruko Chan
Sesaat setelah dilepas ke udara
Indah Seperti bintang gejora di langit yang cerah

 

 

With some of my international friends at Andozo, Part of akita area

Rabu, 21 Desember 2011

Malaikat Maut Mengintai

BISMILLAHIROHMAANIRROHIM......

Kemarin siang kira-kira sehabis dhuhur di cuaca yang sedikit basah karena malamnya habis turun hujan, bau yang kurang sedap menyeruak di sudut dapur rumah kami, entah bau apa itu. Ibu sudah memencari asal bau tapi tidak ketemu. aku pikir mungkin plastik berisi  sampah yang lupa disingkirkan keluar ruangan. Ternyata tidak. Sampah tadi sudah disingkirkan ke luar  di dekat tempat sampah oleh ibu.  Atau mungkin bekas sampah yang terbungkus  plastki itu masih tercecerdi lantai. Tapi ternyata juga hal itu tidak terbukt karena lantainya terlihat bersihi. Rasa penasaran masih menggelayuti pikiranku dan ibuku, yang beberapa hari ini  hanya tinggal kami berdua yang ada di rumah. Ibu menggeser lemari kaca kecil di sudut dapur yang biasa digunakan untuk menyimpan bumbu-bumbu dapur dan sembako, Berharap sumber bau tersebut bisa ditemukan di bawah lemari kaca kecil tersebut. Tapi ternyata juga tidak ditemukan asal-muasal bau.

Baunya langu bercampur seperti bangkai tikus baru. Bisa dibayangkan baunya sangat membuat tidak nyaman. Karena sudah kecapean seharian mondar-mandir dengan motor ke kantor pajak dan menyervis motor, akhirnya aku jadi agak masa bodoh dengena bau tersebut, begitu juga ibu. Kami pikir, kalau baunya makin tajam nanti juga asal bau akan ketahuan, apalagi kalau sumber bau tersebut dari bangkai tikus, bikin malas untuk mencari tahunya.
Kalaupun asal bau itu adalah  bangkai tikus, berarti  itu adalah hasil perbuatan salah satu dari 2 kucingku yang ganteng-ganteng.

Bau tersebut berlanjut sampai waktu magrib, tapi baunya hanya berputar di sekitar pojok dapur tepatnya di daerah lemari kaca kecil  dan kompor gas yang terletak berdampingan.

Sehabis sholat magrib, aku dan ibu berdua jalan kaki ke rumah kakak perempuan ku untuk merayakan syukuran ulang tahun keponakan kami yang berusia 7 tahun karena jarak yang lumayan dekat dengan rumah kami. Sampai jam 9:30 malam kami meninggalkan rumah dalam keadaan kosong, hanya kucingku kubiarkan di dalam rumah sendirian karena kalau dia main ke luar sebentar saja, bisa-bisa dia ngeluyur sampai esok hari petang tidak pulang-pulang. Maklumlah sepertinya musim kucing pacaran sedang melanda ibu pertiwi.

Sekembalinya di rumah, bau langu campur busuk tersebut masih  berseliweran, bahkan baunya kok tercium makin kuat, sampai memasuki kamar tidur ibu. Aku pun harus menutup hidung setiap kali harus kalar-kilir ke dapur. Pintu kamar ditutup rapat supaya baunya tidak semakin liar memasuki ruang kamar yang terletak agak dekat dengan dapur.

Setelah sholat subuh, aku ke dapur untuk mengambil air minum, terdengar seperti sebuah suara mendesis. Ku cari asal suara itu ke seantero dapur. Desisan itu seperti suara angin yang keluar dari ban sepeda yang bocor.
Mataku terbelalak dengan apa yang sedang kutemukan saat itu. Ternyata asal  desis suara tersebut berasal dari kompor gas yang terletak berdampingan dengan  lemari kaca kecil. Kompor itu gas nya terbuka. Entah dari kapan kompor gas tersebut menyala tanpa ada apinya. Cepat-cepat  ku matikan kompor tersebut. Aku langsung panik memanggil ibuku yang sedang mengaji di ruang tengah. Lalu dengan inisiatifku sendiri aku  segera memanggil tetangga yang berjualan tabung gas dan ia biasa memasangnya untuk meminta ia memeriksa kelayakan tabung gas tersebut. Tapi katanya bau tersebut bukan berasal dari gas yang keluar dari kompor.

Hingga lewat pukul 8 pagi, sampai ku tulis note ini, bau tersebut sudah tidak kami jumpai di sekitar dapur dan lemari lagi. Jadi Mungkinkah dari kemarin siang sampai subuh asal misteri bau langu tersebut berasal dari kompor gas yang terbuka?
Wallahu'a lam Bisshowab.....

Alhamdulillahirobbil'alamin
ASTAGHFURULLAH....
ASTAGHFIRULLAH....

YA GHOFUUR..
                         (Yg Maha Pengampun)
YA KHOBIIR...
                         (yg Maha Waspada)
YA WALIYY....
                         (Yg Maha Melindungi)
YA MAANI'...
                         (Yg Maha Mencegah)

Selasa, 22 Februari 2011

Anakku Sudah Pintar Naik Motor Lho

kira-kira 3 atau 4 bulan yang lalu saya dan teman-teman satu kerja diundang oleh salah seorang teman ke acara akikah anaknya. Perjalanan  lancar dari tempat kerja ke rumahnya memakan waktu hampir 3 jam dengan mobil pribadi milik teman. Walau perjalanan yang kami tempuh cukup jauh dan empet-empetan,  tapi karena selama banyak diisi dengan senda gurau maka 3 jam perjalanan itupun menjadi tidak terasa melelahkan. Ditambah lagi, sepanjang perjalanan, mata kami dimanjakan oleh pemandangan alam yang indah dari sisi kiri dan kanan jalan.

Jalanan kala itu tidak terlalu dipadati kendaraan-kendaraan lain. Hanya ada beberapa truk besar sarat muatan di depan mobil yang kami tumpangi. Susasana begitu menyenagkan layaknya seperti sebuah perjalanan menuju daerah puncak. Namun tiba-tiba laju mobil yang kami tumpangi menjadi lambat. Di depan mobil itu ada kerumunan yang menjadi penyebab lambatnya laju mobil. Rasa penasaran menyeruak ke seluruh penumpang mobil, " ada apakah gerangan di depan sana?".

Tak disangka-sangka dari arah depan mobil kami, beberapa laki-laki ( 4 atau 6 orang) tampak menggotong seorang ibu berkisar usia 50-an dan melintas tepat di samping mobil kami. Entah akan ke mana mereka gotong ibu-ibu tersebut. Jelas sekali kami semua dapat melihat kondisi tersebut dari dalam mobil kami karena orang-orang tadi melewati samping mobil kami. Tapi yang paling mengagetkan adalah ibu tadi digotong dengan kondisi darah segar mengalir dari mulutnya. Bahkan saya sempat melihat ceceran darah di jalan bekas dilaluinya. Mobil kami terus melaju dengan lambat. Tak jauh dari situ kira-kira 3-5 meter melaju, Krumunan terlihat di sebuah warung. Tampak 3 orang remaja berseragam SMA duduk jongkok di depan pintu warung. Wajah mereka tampak ketakutan dan ekspresi menagis tertangkap dari raut wajah mereka. Kala itu saya dengan jiwa bakat detektif yang terpendam berspekulasi bahwa  telah terjadi kecelakan sehingga menyebabkan seorang wanita tua menjadi korban. Dan 3 orang bocah SMA tersebut adalah pelakunya!. Saat kejadiana adalah  bertepatan dengan jam pulang sekolah.

Sesampainya di rumah teman kami, kami menceritakan kejadian tersebut kepada sang empunya rumah. Setelah setelai berkunjung, kami i melajutkan perjalanan panjang itu dengan menempuh rute perjalanan yang sama. Kami melewati tempat tadi. Alangkah kagetnya kami karena  di pinggir jalan  tersebut sudah dipasangi bendera kuning yang tiangnya diikat di kursi-kursi. Berarti Ibu yang kami lihat tadi sudah meninggal. Berarti saat kami melihat ibu tersebut, kami sedang melihat sakaratul maut di depan mata kepala kami. Sebuah cara yang tragis. Innalillahi wa inna'ilaihi roji'un.

Keesokan harinya, salah satu teman saya yang tinggal di dekat wilayah tersebut bercerita menurut versi kejadian bahwa sebuah mobil melaju lambat karena ada seorang ibu-ibu yang hendak menyebrang ke warung. Malangnya, Dari belakang mobil tersebut sebuah motor yang tak lain lagi dikendarai oleh remaja SMA yang berboncengan menabrak ibu tersebut. Mungkin awalnya remaja tersebut ingin menyalip mobil di depannya yang melaju lambat.

Siapa sangka bahwa ibu tersebut mungkin  hanya ingin membeli sebungkus teh ke warung seberang, atau hanya ingin membeli sekaleng susu untuk cucunya di rumah namun ternyata ia tidak akan pernah kembali selama-lamanya?

Bagaimana nasib ketiga remaja tersebut?. Pasti, Pasti peristiwa merenggutnya nyawa seorang ibu ditangan mereka menjadi dosa dan sesal SEUMUR HIDUP buat ketiga remaja tersebut.


Sering saya mendengar tetanggga, dan mereka kebanyakan ibu-ibu, walau ada juga yang bapak-bapak berkata " Eh si Anton mah udah bisa naik motor lancar, dari SMP. Si embaknya Ria itu juga udah berani kok naik motor"  dengan bangganya. Dan saya sendiri tau kalau anak tetangga saya itu pulang-pergi ke sekolah selalu naik motor. Dulu saya baru bisa atau baru berani naik  motor ketika sudah kuliah, itupun tingkat akhir penyusunan skripsi. alasan bisa naik motor juga karena nekat  mau mengungsi pasca gempa bumi di Jogjakarta.

Dari artikel yang pernah saya baca menyebutkan bahwa  siswa SD dan SMP yang berusia di bawah 16 tahun. Emosi masih labil. Mudah goyah oleh ajakan yang kadang menjerumuskan. Secara teori, usia remaja adalah masa saat terjadinya perubahan-perubahan yang cepat, termasuk perubahan fundamental dalam aspek kognitif, emosi, sosial dan pencapaian. Masa seperti ini terkenal dengan masa mencoba-coba. Apa jadinya jika yang dicoba adalah sepeda motor di jalan raya. Bahkan tidak jarag bocah SD menyetir motor dengan kecepatan kira-kira 60 Km/ jam di jalanan yang ramai kendaraan. Apalagi kondisi emosi ABG yang masih labil tersebut lebih mudah untuk diprovokasii oleh teman-temannya, " cemen kalau cuma bisa 40 km/ jam". Rasa ingin membalap (menyalip-red) motor di depannya pun mungkin sering terlintas.

Saya jadi berpikir pernahkan para orang tua yang memberikan motor kepada anak ABG mereka merasakan konsekuensi tersebut?.  Tidak sedikit orang tua memanjakan anak mereka secara berlebihan. Kalau anak sudah merengek-rengeng minta dibelikan motor, maka saking sayangnya para orang tua,  tak lama kemudian dikabulkan. Konsekuensipun dikesampingkan. Meski dengan alasan si  anak:  ' cuma mau ke warnet depan kok, yah',  'cuma mau ke rumah teman kok' ' cuma'...'cuma' dan  sebuah kata ajaib  'cuma' yang berakhir dengan penyesalan seumur hidup anda.

Maaf bukan bermaksud menggurui, Hanya berbagi pemikiran saja. Correct Me If I'm Wrong.

Posisi Cenglu (bonceng telu=bonceng bertiga di istilah bahasa jawa Jogja)

anak yang ugal-ugalan

Sabtu, 19 September 2009

Puppy Love

Ponakan Kriwilllll
Keponakanakanku (Kaka) berusia 4.5 tahun, duduk di TK nol kecil.

Akhir akhir ini dia sering sekali bercerita tentang teman barunya di sekolah, dan temannya itu perempuan. Sepertinya dia so excited dengan teman barunya yang berjenis kelamin perempuan ini. namanya Andin, hhmmm..nama yang cukup bagus kupikir.
Dia pernah bilang sambil tersipu-sipu, " Andin ini cantik loch tante, rambutnya panjang". Maka aku pun semakin penasaran dengan celotehan si kecil ini, "Andin ini pacar kaka ya?". Tapi dia tidak menjawab hanya malu-malu.
keesokan harinya kembali iseng-iseng ku tanya tentang Andin, kebetulan di siang itu ibuku juga ikut nimbrung bersama kami.

"Emang Kaka tau tah kalo Andin tuh suka sama Kaka" tanyaku sedikit menyelidik dengan keisengan.
"ya iya lah...orang kalo kaka panggil-panggil, Andin mau kok negok" ujarnya pendek sambil meneruskan kesibukannya menggambar.

"Ooh jadi kalo tanda-tanda suka itu kalo dipanggilin mau toh negok..." timpalku menggoda dan dia masih terus sibuk dan cuek karena asyik dengan gambarnya.

Kali ini kulancarkan pertanyaan yang lebih tajam lagi padanya.
" Sekali-kali kalo pulang sekolah, Kaka ajak dong si Andin ke sini, kan tante sama uti pengen tau, dan pengen kenalan..ya? ya?"
bujukku kepadanya, ibuku sebagai utiny pun tak kalah heboh membujuk dan menggoda kaka.

Tak kusangka, keponakanku ini menjawab dengan nada yang cukup bijaksana untuk anak usia 4,5 tahun
" ya, nggak tau lah, tegantung orang tuanya,ngijinin apa enggak" sambil terus sibuk mencoret-coret kertas gambarnya.

Bagai petir di siang bolong, aku dan ibuku tertawa dan aku hampir saja menumpahkan air minum yang ku telan..

Sejak itu, kata ibunya, kaka sering merengek-rengek minta diluruskan rambutnya yang kriwil, katanya " Kaka nggak mau kriting bu, nanti Andin nggak seneng lagi sama Kaka!!!" dan marah tiap kali rambutnya yang lurus karena basah di keringkan ibunya dengan handuk kering..


Haduuuuuh...ini ponakan bisa-bisa nempong (ngelangkahin) tantenya yang ngejomblo nih...heheheh